**Tulisan ini disadur dari majalah SWA edisi 17 Feb-2Mar 2011, untuk motivasi diri saya sendiri…**
Belum pernah ada rasanya peluang sebesar dan seluas yang ditawarkan bisnis digital. Cobalah kita bayangkan, saat ini praktis semua lahan bisnis tersentuh oleh penerapan teknologi informasi (TI). Tumbuhnya kesadaran para pelaku bisni akan pentingnya penerapan TI, juga ikut menyemarakan trend ini. Inilah yang kemudian memicu munculnya wirausaha-wirausaha baru dibidang digital yang biasa disebut digital entrepreneur.
Salahsatu pemicunya adalah maraknya situs-situs pertemanan dan komunitas yang membuka peluang bisnis menjadi mudah , praktis dan bahkan gratis. Sembari sekedar ngobrol, seseorang dapat menawarkan solusi, dengan menempelkan produk di wall facebook. Disamping itu , ada juga situs komunitas seperti fjb kaskus.us, tokopedia, tokobagus, bekas.com dan lainya yang ramai trafik dan transaksinya. Pemicu lain merebaknya digitalpreneur adalah pesatnya perkembangan pengguna gadget sehingga semakin memperluan pasar bisnis digital ini.
Uang yang berputar pun bukan main-main. Sekedar contoh, pernahkan Anda bayangkan berapa nilai bisnis mobile content di Indonesia saat ini? Untuk konten musik digital saja, diperkirakan mencapai 600 miliar. Di Telkomsel misalnya, tercatat pengguna aktif download fulltrack berbayar sebanyak 50ribu-60ribu pengguna. Secara total, pada 2009, nilai bisnis layanan konten seluler dan fixed wireless access telah menembus Rp 7 triliun. Ini artinya, ada jatah 30% buat digitalpreneur yang menggeluti bisnis content mobile.
Jadi tunggu apa lagi? Pasar dan industri digital tumbuh amat mengesankan. Bukan sebatas saat ini, tetapi justru sangat prospektif dimasa depan.
sekarang para pebisnis dan industri makin berjaya aja di internet. kalo jualan cendol di internet laku nggak ya?
Jualan cendol? Bisa lah… Apa sih yang gak bisa di jaman TI sekarang..