Belakangan hari ini, pas saya nonton tivi selalu bertepatan dengan jam acara gossip. (sengaja ato nggak ya? jadi malu…
). Nah, sekarang ini lagi heboh beritanya mbak k*k* yang beradegan mesra dengan bang ip*l di film mereka terbaru. Terlepas dari konflik apa yang terjadi diantar mereka, yang paling menarik bagi gw ketika ditanya “kenapa anda mau melakukan scene seperti itu?” dengan entengnya mereka menjawan “itu kan tuntuan profesi”. Sy cuma bisa geleng-geleng. Siapa /apa yang menunut? Produser, sutradara atau uang? Jelas-jelas hal tersebut melanggar, apalagi mereka mengaku muslim
(sedih…). Lain hal lagi ketika mbak dp, in*l dan teman-temannya bergoyang hot dan striptise (bener gak tulisannya?). Mereka bilang “itu kan tuntuan profesi sebagai pekerja seni”.
Again! saya hanya geleng-geleng. Sy yakin mereka tau itu salah tapi kenapa masih bertameng pada kata “profesionalisme”.
Saya pikir, lama kelamaan profesionalisme akan dijadikan pembenaran untuk sesuatu yang salah. Misalnya, seorang perampok, mengasak seluruh harta di rumah seorang kaya-raya. Dipersidangan, ketika si perampok di tanya hakim “kenapa anda merampok seluruh harta orang itu?” dengan enteng dia akan menjawab “tuntutan profesi pak hakim”, Nah lho…