Hari senin ini saya ada pekerjaan ke balikpapan. Ya seperti biasa, ada problem pada mesin Fujitsu yang digunakan untuk HLRi Telkomsel balikpapan. Saya menumpang peawat Garuda GA 512 pukul 08.15 pagi. So, dari jam 6 pagi saya sudah berangkat dari rumah. Sengaja gak sarapan dulu di rumah, kan bisa sarapan gratis di Garuda Executive Lounge
. Horee…
Ketika check in saya dapat seat nomor 34A. Sempat kaget karena biasanya pesawat Garuda yang saya pernah tumpangi hanya sampai seat 25. Tapi sekarang dapat seat 34! Hmm, saya jadi bertanya-tanya pesawat jenis apakah gerangan ? Baru akhirnya terjawab ketika akan boarding, ternyata pesawat yang digunakan untuk ke Balikpapan adalah seri Airbus 330-300. Tentu saja saya sangat excited dengan perjalanan kali ini. Ini pengalaman pertama bagi saya menggunakan Garuda seri Airbus. Setahu saya, pesawat jenis ini hanya digunakan untuk international flight seperti ke singapore atau jepang. Di seat pocket-nya saja, ada majalah khusus berbahasa jepang.

**gambar pesawat diambil dari wikipedia**
Kapasitas pesawat ini bisa menampung lebih dari 250 penumpang. Walaupun pada penerbangan kali ini ada beberapa seat yang kosong, tapi saya yakin jumlah penumpangnya melebihi 150 orang. Sepertinya balikpapan sudah menjadi salah satu kota tujuan bisnis di Indonesia. Format seat nya 2-3-2 dengan 2 gang, mengingatkan saya pada pesawat Singapore Airlines Boeing 777 yang saya tumpangi waktu pulang dari paris. Namun, tetap saja pesawat Garuda kalah dengan Singapore Airlines, seperti entertainment on flight, makanan, juga pelayanan. Jika dibandingkan, executive class Garuda hanya sebanding dengan economy class Singapore Airlines
. Seperti gambar dibawah, pada Singapore Airlines, TV ada di setiap kursi. Sedangkan pada Garuda, satu TV untuk bersama. Sedihkan?

Inside Garuda Airbus A330-300

Inside Singapore Airlines Boeing777

** Ternyata penerbangan saya kemaren masuk koran ‘Tribun Kaltim’ sebagai penerbangan pertama pesawat berbadan lebar di Bandara Sepinggan Balikpapan, ck…ck…ck…**
gua dua kali nyobain Airbus itu Mat, sekali ke Surabaya, sekali pulang dari Makassar. Enak sih lega kursinya biarpun duduk di ekonomi.
Gak adil juga kalau dibandingkan ama Boeing 777nya SQ…harganya juga beda kali Mat
gak apa-apa mas ted, biar garuda bisa bikin improvement.
Wekk…. kabar gembira juga nih.. sabtu, tanggal 21 March 2009, ane pulang cuti juga kemedan dengan pemesanan pesawat GARUDA, flight nya jam 6.30..
Eh.. tak taunya di delay sampe jam 8.20 wib,. ada announce dari pihak GARUDA dengan menggunakan AIRBUS 330-300.. wah ane seneng banget, biarlah ane pulang kerumah agak telat asal nyaman… dan suprise nya juga harga tiketnya ane beli cuma 660.000 rupiah,…
Tapi bro dari medan ane mau balik kejakarta,,… masya allah.. harga tiketnya berubah setiap detik kisaran harganya 1.500.000 s/d 1.800.000 rupiah, malah dengan alasan dari ticketingnya ada cheng beng untuk orang china… wah dasar medan
Bagaimana rasanya naik Airbus 330? Yang saya rasakan pesawat jenis ini guncangan nya lebih sedikit.
Btw, cheng beng apaan ya?
wahhh enak dong……bisa nyobain pesawatnya sekalian jalan2 di balikpapan……
Hehe, iya.
Terima kasih sudah mampir
[...] ini kali kedua saya merasakan pesawat wide-body Garuda Indonesia. Setelah pada postingan sebelumnya disini, kali ini menggunakan GA Airbus 330-200 registered PK-GPH new livery. Apa itu new livery? So, [...]